TVRINews, Selayar
Dokumen resmi daftar penumpang KM Nurul Salsa 01 akhirnya terungkap di tengah penanganan insiden gangguan mesin (black out) yang dialami kapal tersebut di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Berdasarkan dokumen yang diperoleh Pewarta, KM Nurul Salsa 01 mengangkut 45 penumpang saat berlayar dari Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar. Dokumen itu memuat identitas lengkap penumpang beserta usia masing-masing, mulai dari 5 tahun hingga sekitar 80 tahun.
Selain membawa penumpang, kapal juga mengangkut sejumlah sepeda motor sebagai muatan selama pelayaran. Dokumen daftar penumpang diterbitkan di Jampea pada Juli 2026 dan ditandatangani Nakhoda KM Nurul Salsa 01, Merlin, sebagai bagian dari administrasi pelayaran.
Dokumen tersebut memperkuat informasi puluhan penumpang berada di atas kapal saat gangguan mesin terjadi di tengah pelayaran. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat setelah KM Nurul Salsa 01 mendapat bantuan kapal penarik hingga tiba dengan aman di Pelabuhan Benteng. Kasat Polairud Polres Kepulauan Selayar, Iptu Amat Soedachlan, mengatakan pihaknya bersama Basarnas telah menindaklanjuti laporan kecelakaan laut tersebut sejak siang hari.

“Sejak siang kami bersama Basarnas telah menindaklanjuti laporan kecelakaan laut tersebut. Namun kondisi ombak sangat besar sehingga kami masih menunggu armada kapal yang lebih besar dan siap digunakan. Hingga saat ini personel Sat Polairud bersama Basarnas masih berada di Appatanah menunggu kapal dari Pasimasunggu untuk menuju lokasi kejadian,” ujar Iptu Amat Soedachlan, Rabu, 15 Juli 2026.
Sebelumnya, informasi yang dihimpun Pewarta menyebutkan KM Nurul Salsa 01 sempat singgah di Jampea untuk menjalani perbaikan setelah berlayar dari Benteng, Selayar. Saat melanjutkan pelayaran menuju Benteng, kapal diduga mengalami black out sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan tenaga sendiri. Kapal kemudian ditarik hingga bersandar dengan selamat di Pelabuhan Benteng.
Selain 45 penumpang, KM Nurul Salsa 01 juga mengangkut berbagai kebutuhan masyarakat, seperti beras dan ternak sapi. Muatan tersebut menambah pentingnya proses evakuasi agar seluruh penumpang dan barang dapat tiba dengan selamat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, KRI Marlin-877 pada Selasa (15/7/2026) pukul 19.55 WITA bertolak dari Dermaga Lantamal VI Makassar menuju LKK Perairan Jampea untuk mendukung penanganan insiden tersebut.










