TVRINews, Maros
Di tengah ancaman El Nino yang berpotensi memicu kekeringan dan gagal panen di sejumlah wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, petani di Desa Tompobulu tetap melakukan penanaman padi.
Penanaman tersebut dilakukan melalui program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS) di area persawahan Masale, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Program PM AAS menjadi salah satu upaya untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah kondisi iklim yang menyebabkan keterbatasan air di sejumlah areal persawahan.
Meski sebagian wilayah menghadapi ancaman gagal panen akibat minimnya ketersediaan air, petani di lokasi tanam perdana masih dapat melakukan penanaman karena didukung sumber air yang dinilai cukup tersedia.
Melalui dukungan tersebut, petani diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman hingga 300 atau IP300.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, mengatakan program PM AAS di Kabupaten Maros ditargetkan mencakup lahan seluas 3.486 hektare.
"Program PM AAS di Kabupaten Maros ditargetkan mencapai 3.486 hektare. Namun, Dinas Pertanian Kabupaten Maros mengajukan usulan CPCL sekitar 3.585 hektare," kata Jamaluddin dikutip Minggu, 6 September 2026.
Pemerintah Kabupaten Maros berharap program tersebut dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mengoptimalkan lahan pertanian yang memiliki dukungan sumber air.
Dalam pelaksanaannya, PM AAS juga memanfaatkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung proses budidaya.
Ketua usaha pelayanan jasa AlSINTAN atau UPJA, Andi Hidayat, mengatakan sejumlah peralatan yang digunakan antara lain drone, traktor roda empat, traktor roda dua, hingga pompanisasi atau irpom.
"Alsintan yang digunakan dalam program PM AAS ini berupa drone, traktor roda empat maupun roda dua, serta pompanisasi atau irpom yang dioperasikan oleh Brigade Pangan dan UPJA Cipta Kreasi," ujar Hidayat.
Pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian melalui program PM AAS diharapkan dapat membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim.
Selain itu, program ini diharapkan mampu mengoptimalkan lahan yang masih memiliki sumber air dan menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Maros.
Tanam perdana PM AAS di Desa Tompobulu menjadi salah satu langkah untuk mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus mendorong peningkatan indeks pertanaman di tengah ancaman kekeringan akibat El Nino.










