TVRINews, Pangkep
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram (kg) masih dirasakan masyarakat di Kelurahan Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Kondisi tersebut disebut telah berlangsung lebih dari satu bulan. Kelangkaan BBM bahkan berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan yang membutuhkan bahan bakar untuk melaut.
Humas Aliansi Masyarakat Peduli Bahari Indonesia (AMPIBI), Muhammad Ramlan, mengatakan sejumlah nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut karena kesulitan memperoleh BBM.
“Kelangkaan BBM ini sudah berlangsung sekitar satu bulan lebih. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat, terutama nelayan. Banyak nelayan yang akhirnya tidak bisa melaut karena kesulitan mendapatkan BBM,” ujar Ramlan.
Selain BBM, warga juga menghadapi kesulitan mendapatkan LPG 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga. Kondisi geografis Sapuka sebagai wilayah kepulauan membuat masyarakat sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Menurut Ramlan, warga maupun nelayan yang bepergian ke kota juga menghadapi kendala saat hendak membawa BBM dan LPG 3 kg kembali ke Sapuka.
“Masyarakat nelayan yang sering ke kota juga mengalami kendala ketika hendak membawa BBM maupun LPG 3 kg untuk kebutuhan di Sapuka. Masyarakat di kepulauan sangat bergantung pada pasokan dari luar wilayah,” katanya.
AMPIBI meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengevaluasi distribusi BBM dan LPG 3 kg di Sapuka dan wilayah Kecamatan Liukang Tangaya.
Pemerintah juga diminta memberikan kepastian mengenai ketersediaan pasokan, kuota, harga, serta mekanisme penyaluran agar kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan tetap terpenuhi.
Ramlan menilai kelangkaan BBM dan LPG 3 kg tidak hanya menyangkut ketersediaan barang, tetapi telah berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Jangan sampai kondisi seperti ini terus berlangsung dan masyarakat kecil yang menjadi korban. Nelayan membutuhkan BBM untuk mencari nafkah, sementara masyarakat membutuhkan LPG untuk kebutuhan sehari-hari. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret,” tegasnya.










